Studi kasus · Distribusi

Order dari chat langsung masuk SAP, tanpa ketik ulang.
Order masuk lewat WhatsApp dan email. AI agent di tiap channel baca order-nya, cek customer, produk dan harga, lalu bikin sales order di SAP Business One. Manajemen lihat semuanya di satu dashboard.
- HinggaRp600Mhemat per tahun, dengan biaya maintenance Rp96M per tahun
- ≈0order salah yang masuk ke SAP
- Hingga+20%performa sales, dengan monitoring harian per salesperson
Cara kerjanya
Isi diagram ini
- Customer pesan 20 roll lewat WhatsApp.
- AI agent cek customer, produk dan harga.
- Agent bikin sales order di SAP Business One.
- Dashboard manajemen langsung ter-update.
Order masuk
WhatsApp atau email


Langkah 2
AI agent
customerprodukharga
Langkah 3
SAP Business One

nunggu input
Langkah 4
Dashboard
nunggu input
Tanpa ketik ulang
≈0 order salah
Hingga +20% sales
Order masuk
WhatsApp atau email


Langkah 2
AI agent
customerprodukharga
Langkah 3
SAP Business One

nunggu input
Langkah 4
Dashboard
nunggu input
Tanpa ketik ulang
≈0 order salah
Hingga +20% sales
Dulu dan sekarang
Dulu
- Admin sales ketik ulang tiap chat dan email ke SAP.
- Salah ketik jadi order salah.
- Manajemen lihat angkanya udah telat buat bertindak.
Sekarang
- Agent baca tiap order dan langsung bikin di SAP.
- Customer, produk dan harga dicek dulu.
- Manajemen lihat semua order dan tiap salesperson, tiap hari.
Buktinya

- 10 minmedian waktu dari order masuk sampai diputuskan
- 83%order diputuskan dalam 4 jam
Yang kita bikin
- WhatsApp agent
- Email agent
- Integrasi SAP Business One
- Dashboard manajemen
- Maintenance bulanan
Mau yang kayak gini? Tanya AI agent kami.